Sunday, November 6, 2011

Setiap Orang Adalah Guru Kehidupan


Sikap menghargai orang lain merupakan identiti seorang muslim, dengan penghargaan tanpa berpaksikan status, warna kulit, ataupun pekerjaan seseorang. Seorang yang mengakui dirinya muslim, wajib menghargai orang muslim yang lain. Penghargaan itu harus hadir di atas keyakinan bahawa masing-masing memiliki kelebihan, dan tidak ada seorang pun di antara kita yang sanggup hidup, dan menyelesaikan tugas-tugas kehidupannya sendiri. Manusia adalah makhluk berjama’ah yang memerlukan kehadiran orang lain dalam hidupnya. Tetapi, seringkali penghargaan itu hilang dari diri kita, terhadap orang-orang yang selama ini ada disekitar kita, orang-orang yang banyak memberi kerjasama untuk kemudahan dalam hidup kita, justru kerana mereka sering bersama kita.

Agar hal ini tidak lagi menjadi kebiasaan kita, maka ada persepsi-persepsi yang harus kita bangun, agar ketika kita memandang orang lain wujud penghargaan yang membuat mereka layak menjadi sebahagian yang penting dalam hidup kita.

Setiap Orang Punya Perasaan yang Harus Dijaga

Manusia adalah makhluk yang tumbuh di dalam dirinya perasaan. Tak peduli seperti apa statusnya, seberapa usianya, dan bagaimana keadaannya, perasaan itu selalu ada dalam dirinya. Anak kecil punya perasaan sebagaimana orang dewasa punyai perasaan. Rakyat jelata pun memiliki perasaan sebagaimana juga penguasa mahupun bangsawan. Dan kita, wajib memahami dan memaklumi perasaan itu agar bisa menghargai setiap orang yang kita hadapi.

Dalam konsep ‘hablum minannas’ yang diajarkan kepada kita, ada tujuan dan maksud yang sangat jelas bahwa kita perlu menjaga hubungan sesama manusia, selain menjaga hubungan baik dengan Dzat yang Maha Pencipta. Maknanya adalah, menjaga perasaan orang lain sama pentingnya dengan menjaga perasaan diri sendiri, kerana Allah Ta’ala telah menjadikan manusia itu senang akan penghargaan, pujian, dan kelembutan tutur kata sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerana itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS. Ali Imran: 159).

Penghargaan terhadap perasaan orang lain tidak bererti kita harus selalu setuju dengan apa yang diucapkan atau yang dikerjakannya. Menghargai orang lain secara sederhana boleh dilakukan dengan mengatur dan memperbaiki tata cara kita mendengar, menanggapi, dan memberi perhatian terhadap apa yang diceritakan, dikerjakan atau yang diperankan orang tersebut.

Setiap Orang Adalah Guru Kehidupan

Dikehidupan ini, sesungguhnya hubungan kita dengan orang lain bukanlah sekadar interaksi dan pergaulan biasa. Tetapi kita hidup untuk saling bertolak ansur, memberi, mahupun menerima dalam hal apapun. Dalam kehidupan ini, sesungguhnya kita saling mengisi, saling mengajar untuk mencapai dan mendapatkan keadaan kita yang lebih baik, lebih sempurna, dan lebih bermartabat.

Dikehidupan ini kita sedang belajar banyak hal agar kita dapat menemui kearifan. Berproses dan terus berproses, hingga kelak kita menjadi orang-orang yang bijak. Dan setiap orang yang kita temui adalah guru-guru kita yang akan mengajarkan sesuatu yang baik tentang makna kehidupan dan erti pergaulan. Kerana itulah kita harus menghargai siapa pun orang di dunia ini, termasuk orang-orang biasa yang setiap kita temui. Termasuk orang-orang yang kadang-kadang kita pandang sebelah mata kerana status dan pekerjaannya mungkin tak sepadan dengan kita.

Setiap orang adalah guru dalam kehidupan kita. Kita belajar darinya tentang keperibadinya yang unik dan menarik, yang kadang tersembunyi atau sengaja kita sembunyikan kerena hanya mahu melihatnya dari sudut luar yang sempit, dari tubuhnya yang hanya dibalut dengan pakaian yang lusuh.

Jangan Abaikan Ucapan Terima Kasih

Manusia akan boleh hidup dengan mengerjakan segala sesuatunya dengan sendiri. Kita mesti memerlukan banyak bantuan orang lain, sekecil apapun bantuannya. Kerana itu, kita harus pandai berterima kasih kepada “orang-orang kecil” yang hadir disekitar kita, membantu kita menyelesaikan tugas-tugas dan urusan-urusan kita.

Mengucapkan terima kasih adalah suatu penghargaan yang tulus kepada orang lain dan tidak dapat kita nilai dengan not-not kertas bernilai jutaan. Mengucapkan terima kasih tidaklah perlu memandang kepada siapa kita berterima kasih. Mungkin saja kita berterima kasih kepada orang lain yang mungkin status sosialnya jauh dibawah kita. Mungkin mereka itu hanya tukang kebun, pemandu atau sesiapa sahaja.

Ucapan terima kasih kita yang tulus, laksana air yang menyejukkan dahaga ditengah padang pasir yang membakar. Ucapan terima kasih walaupun sepatah, akan tetapi ia tetap mempunyai makna yang begitu besar. Seseorang yang mengucapkan terima kasih menunjukkan bahwa orang tersebut berbesar hati, mahu memberikan penghargaan kepada orang yang menolongnya. Ucapkan terima kasih kepada siapa pun yang telah membantu kita menyelesaikan tugas-tugas kita.

Ucapan terima kasih tentu patut kita layangkan kepada orang-orang yang kurang kita hargai selama ini, kerana dengan begitu, maka secara zahirnya kita telah bersyukur kepada Allah Ta’ala terhadap rezeki kurniaanNya.

Setiap Orang Adalah Penting dan Istimewa

Sesungguhnya setiap orang memanglah istimewa. Setiap orang memiliki kelebihan, dan kerana itu kita saling memerlukan. Dan kerana itu pulalah, kita tidak boleh saling merendahkan. Pernahkah anda mendengar “Jangan engkau rendahkan orang lain, kerana setiap orang punya kelebihan dan keistimewaan.”?

Sesekali mungkin kita perlu memerhati si tukang kasut, tukang potong rumput, tukang gunting rambut, yang sering kita 
hampiri untuk menagih jasanya. Tangan-tangan mereka begitu lincah dan terampil, sehingga kita merasa selesa dan percaya untuk menggunakan khidmat mereka. Tapi, orang-orang itu begitu sulit kita hargai. Apakah besar sangatkah nilai wang yang kita bayar kepada mereka? Kadangkala ketika kita memerlukan khidmat seorang tukang kasut, dengan begitu kejamnya kita menawar harga. Padahal, boleh jadi di hari itu, kita adalah pelanggan pertamanya setelah menempuh perjalanan yang teramat jauh. Sementara di rumahnya telah menunggu anak istri yang memerlukan makanan dan pakaian. Pernahkah kita fikir?

Orang-orang itu adalah orang-orang istimewa. Mereka mampu mengerjakan sesuatu yang tidak dapat kita lakukan. Maka untuk menghargai mereka, tidak akan boleh jika kita tak pernah menganggapnya penting dan istimewa.

Orang-orang itu memang kecil secara pekerjaan, tapi istimewa dari segi kemahirannya. Mereka ada disekitar kita, selalu bersama kita dengan tanpa pernah menuntut untuk dihargai, sebab mereka adalah orang-orang yang tahu diri, lebih dari kita. Akan tetapi interaksi dan kebersamaan kita dengan mereka, sudah seharusnya mendorong kita untuk pandai menghargai, memuliakan, dan menghormati, sebab tanpa kehadiran mereka mungkin tidak ada pekerjaan-pekerjaan rumit yang boleh kita selesaikan, tak ada prestasi-prestasi hebat yang kita capai.

Dirangkum dari Majalah Tarbawi Edisi 221 Th. 11, 11 Februari 2010 halaman 21-26
 

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...