Monday, December 6, 2010

Manusia Dan Keldai

Suatu ketika seorang lelaki beserta seorang anaknya membawa seekor keldai ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan tersengih menyindir, “Lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik ke atas keledai itu?”

Lelaki itu mendengar perkataan tersebut. Dia lalu meminta anaknya naik ke atas keledai. Seorang perempuan tua melihat mereka, “Sudah terbalik dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia berehat di atas keledai sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan.”

Kali ini anak itu turun dari punggung keldai dan ayahnya yang naik. Beberapa saat kemudian mereka berselisih dengan seorang gadis muda. “Mengapa anda berdua tidak menaiki keldai itu bersama-sama?”

Mereka menuruti nasihat gadis muda itu. Tidak lama kemudian sekelompok orang lalu di situ. “Binatang malang, ia menanggung beban dua orang gemuk tak berguna. Kadang-kadang orang memang sangat kejam!”

Sampai di sini, ayah dan anak itu sudah muak. Mereka memutuskan untuk memikul keldai itu. Melihat kejadian itu, orang-orang tertawa terbahak-bahak, “Lihat, manusia keldai memikul keldai!” sorak mereka.

Jika anda berusaha memudahkan semua orang, boleh jadi anda tak akan dapat memudahkan dan menggembirakan siapa pun.

Adakah anda keldai atau manusia?. Kalau keldai memang dia tidak banyak kerenahnya.

Moral: Kita tidak dapat melakukan semua perkara untuk memuaskan hati semua pihak.

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...