Saturday, March 27, 2010

Laksamana Cheng Ho

Cheng Ho atau nama islamnya Haji Mahmud Shams (1371 - 1433), adalah seorang pelaut dan penjelajah china yang terkenal dalam melakukan beberapa penjelajahan antara tahun 1405 hingga 1433.

Cheng Ho adalah seorang sida Muslim yang menjadi orang kepercayaan Maharaja Yong Lee (berkuasa tahun 1403-1424) yang merupakan maharaja ketiga dari Dinasti Ming. Nama aslinya adalah Ma He, juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao, berasal dari daerah Yunnan. Ketika pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan kemudian dijadikan orang sida. Ia adalah seorang bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, namun beragama Islam.

Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15.

Pada tahun 1424, maharaja Yong Lee meninggal. Penggantinya, maharaja Hongxi (berkuasa tahun 1424-1425, memutuskan untuk mengurangi pengaruh sida di dalam kerajaan. Cheng Ho melakukan satu ekspedisi lagi pada masa kekuasaan maharaja Xuande (berkuasa 1426-1435).

Cheng Ho melakukan ekspedisi ke beberapa negara di Asia dan Afrika, antara lain:

* Vietnam
* Taiwan
* Malaka - Malaysia
* Sumatra - Indonesia
* Jawa - Indonesia
* Sri Lanka
* India bagian Selatan
* Persia
* Teluk Persia
* Arab
* Laut Merah, ke utara hingga Mesir
* Afrika, ke selatan hingga Selat Mozambik

Kerana beragama Islam, para sahabatnya mengetahui bahawa Cheng Ho sangat ingin melakukan Haji ke Mekkah seperti yang telah dilakukan oleh almarhum ayahnya, tetapi para arkeologi dan para ahli sejarah belum mempunyai bukti kuat mengenai hal ini. Cheng Ho melakukan ekspedisi paling sedikit tujuh kali dengan menggunakan armada kapalnya.

Armada ini terdiri dari 27 000 anak kapal dan 307 kapal laut. Ia terdiri dari kapal besar dan kecil, dari kapal bertiang layar tiga hingga bertiang layar sembilan. Kapal terbesar mempunyai panjang sekitar 400 kaki atau 120 meter dan lebar 160 kaki atau 50 meter. Rangka layar kapal terdiri daripada buluh china. Selama berlayar mereka membawa pelbagai bekalan termasuk binatang seperti lembu, ayam dan kambing yang kemudian dapat disembelih untuk kegunaan anak kapal selama di perjalanan. Selain itu, ia juga membawa begitu banyak buluh china sebagai alat ganti rangka tiang kapal dan juga tidak ketinggalan membawa kain Sutera untuk dijual.

Majalah Life menamakan Cheng Ho sebagai orang ke-14 terpenting dalam milenium terakhir. Perjalanan Cheng Ho ini menghasilkan Peta Pelayaran Cheng Ho yang mampu mengubah peta pelayaran dunia sehingga abad ke-15. Dikatakan terdapat 24 peta pelayaran mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan.

Cheng Ho adalah penjelajah dengan armada kapal terbanyak sepanjang sejarah dunia yang pernah tercatat. Juga memiliki kapal kayu terbesar dan terbanyak sepanjang masa hingga saat ini. Selain itu beliau adalah pemimpin yang arif dan bijaksana, mengingat dengan armada yang begitu banyaknya beliau dan para anak buahnya tidak pernah menjajah negara atau wilayah dimanapun tempat para armadanya berlabuh.

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...